Edisi ketujuh BASAkalimantan Wiki hadir antara November 2025 hingga Januari 2026 dengan tujuan menegaskan pentingnya peningkatan akses layanan konseling serta perhatian khusus pada krisis kesehatan mental yang dialami kaum muda di Kalimantan Selatan. Laporan ini menyoroti upaya komunitas untuk memperluas literasi terkait isu kesehatan mental, membangun pemahaman yang lebih luas, dan menyediakan sumber informasi yang dapat diakses oleh pelajar serta mahasiswa untuk mendapatkan dukungan yang tepat.
Publikasi ini menekankan perlunya mempercepat penyebaran dan peningkatan kualitas layanan konseling sebagai bagian dari strategi menjaga kesejahteraan mental kaum muda. Dengan menyoroti krisis kesehatan mental di kalangan pemuda, laporan ini mendorong dialog terbuka, kolaborasi antara komunitas, sekolah, perguruan tinggi, serta lembaga terkait untuk memperkuat ekosistem dukungan psikologis dan literasi seputar kesehatan mental.
Wiki Bakunjang adalah program kolaboratif dari BASAkalimantan Wiki yang menegaskan bahwa suara pemuda tidak sekadar penting, melainkan menjadi pendorong utama dalam membangun pengetahuan sekaligus membuka dialog kebijakan di Kalimantan Selatan. Proyek ini membawa pendekatan literasi terbuka yang telah mendapatkan pengakuan internasional, memperlihatkan bagaimana partisipasi muda menjadi fondasi bagi perubahan sosial dan kebijakan lokal.
Pada tanggal 7 Juli 2025, BASAkalimantan Wiki berhasil meraih WSIS Prizes 2025 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa karena kontribusinya terhadap peningkatan literasi lokal dan pemberdayaan komunitas, terutama bagi generasi muda. Prestasi ini tidak hanya mengangkat profil inisiatif tersebut secara internasional, tetapi juga menguatkan rangkaian kegiatan Aruh Pemuda Kalimantan 2025 sebagai forum yang membahas isu-isu strategis pemuda dan memperluas jaringan kerja sama lintas sektor.
Partisipasi GIBS datang dari beragam daerah dan latar bahasa, menunjukkan bahwa keragaman bahasa bukan hanya identitas semata tetapi juga aset sosial yang penting untuk membangun dialog yang inklusif. Banyak peserta menyebut bagaimana keluarga dan lingkungan rumah turut mempengaruhi kemampuan mereka dalam menggunakan berbagai bahasa, menonjolkan kekuatan kolaborasi lintas budaya dalam proses diskusi dan pembelajaran.
Dalam sesi diskusi, para peserta menekankan pentingnya menjadi teman yang bisa didengarkan dengan aman bagi mereka yang ingin berbagi cerita, sebagai bagian dari budaya dialog yang suportif. Para peserta juga menilai serius bagaimana pemuda menghadapi tekanan hidup, dan menegaskan bahwa pendapat mereka layak didengar dalam percakapan kebijakan publik. Seorang peserta muda menyoroti penggunaan bantuan teknologi, seperti kecerdasan buatan, sebagai salah satu cara pribadi untuk mengurangi beban pikiran, mencerminkan tren baru di mana teknologi menjadi bagian dari proses curhat generasi muda.
Diskusi menyoroti bagaimana pandangan stereotip kadang meremehkan kemampuan remaja dalam mengatasi stres. Wiki Bakunjang menawarkan pandangan berbeda dengan menekankan bahwa generasi muda memiliki kekuatan, kreativitas, dan cara pandang baru dalam memahami dunia, termasuk melalui media digital. Peserta menekankan pentingnya tidak menahan masalah sendirian dan mencari dukungan dari teman yang dipercaya untuk menjaga kesehatan mental secara efektif.
BASAKalimantan Wiki menyelenggarakan Wiki Bakunjang di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Kampus Banjarbaru, pada 3 November. Acara yang diikuti sekitar 130 mahasiswa dari berbagai jenjang studi ini mengangkat isu kesehatan mental serta stigma yang menyertainya, sejalan dengan rangkaian Aruh Pemuda Kalimantan 2025. Melalui sesi diskusi, refleksi, dan latihan menulis, peserta diberi ruang aman untuk mengekspresikan pengalaman serta pandangan mereka terkait kesehatan mental dan peran kaum muda dalam dialog publik.
Pihak penyelenggara mengajak partisipasi publik melalui Wikithon Partisipasi Publik #4, dengan pengumpulan pandangan yang kemudian dirilis melalui BASAkalimantanWiki.org. Tim media sosial BkW menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi pemuda Kalimantan Selatan, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga akses layanan dan literasi digital yang diperlukan untuk memperkuat partisipasi publik. Upaya ini menekankan komitmen untuk menyediakan informasi yang relevan dan mendorong dialog kebijakan berbasis data.
Ketua HMJ Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Ahmad Muhaimin, menegaskan komitmen untuk membuka layanan konsultasi gratis bagi mahasiswa sebagai bagian dari langkah berkelanjutan. Acara ditutup dengan kegiatan budaya berupa kuis Bahasa Banjar dan sesi foto bersama, menandai pesan bahwa berbagi pengalaman dan berdialog secara terbuka merupakan langkah awal yang penting menuju pemulihan kesehatan mental dan kemajuan komunitas kampus.