BASAKALIMANTAN WIKI EDISI ke-6 (Agustus - Okotber 2025) (IND)

TAKAR




TAKAR

TAKAR HABAR BASAKALIMANTAN WIKI EDISI KE-6 (AGUSTUS - OKOTBER 2025) Anak Muda Memberikan Nama Taman di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Banjarbaru) melalui Wikithon Partisipasi Publik BASAkalimantan Wiki WIKITHON PARTISIPASI PUBLIK “MANGARANI TAMAN” LOMBA BERPENDAPAT PENJURIAN DAN PEMENANG DIALOG KEBIJAKAN #1 DIALOG KEBIJAKAN #2 BASAIBU WIKI BAKUNJANG : “MANGARANI TAMAN” SMKN 1 BANJARBARU SMAN 2 BANJARBARU JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT SMAN 1 BANJARBARU UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN @basakalimantanwiki www.basakalimantanwiki.org

TAKAR

“MANGARANI TAMAN”; WPP #3

BASAIBU WIKI BAKUNJANG pada Wikithon Partisipasi Publik “Mangarani Taman” ini, BASAkalimantan Wiki mencoba melibatkan para anak muda dalam satu kebijakan terhadap kota mereka, yakni dengan memberi nama (mangarani) taman-taman. Pelibatan pemuda ini adalah wujud partisipasi mereka dalam kebijakan publik yang merupakan salah satu isu strategis yang dihasilkan dari “Aruh Pemuda” yang digelar pada Juli 2025 di Banjarbaru. Koordinator Program BkW Hudan Nur menjelaskan, Banjarbaru sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Selatan memiliki banyak taman. Hanya saja, menurutnya, taman-taman itu belum memiliki nama, hanya penyebutan saja yang seringkali disesuaikan di mana taman itu berada. “Misalnya Taman STM, disebut begitu karena berada dekat STM. Begitu pula beberapa taman lainnya, contohnya Taman Mawar, karena berada di Jalan Mawar,” jelas Hudan, yang pada Selasa (9/9/2025) hadir di SMKN 1 Banjarbaru ditemani IT BkW Kin Muhammad. Lantaran itulah, BkW mengajak anak muda Banjarbaru untuk memberi nama terhadap taman-taman tersebut. Dan agar mengandung makna yang lebih bersifat kearifan lokal, BkW mengusulkan penamaan itu dengan Bahasa Banjar. “Memberi nama dengan Bahasa Banjar akan memperkuat identitas daerah. Selain Bahasa Banjar sendiri memiliki makna yang kaya,” kata perempuan berkacamata ini.

“MANGARANI TAMAN”; WPP #3

Saat “bakunjang” ke SMAN 2 Banjarbaru, tim BkW diterima Bidang Kehumasan Ibu

Nores dan Kepala SMAN 2 Saryono SP.d. “Kami mendukung kegiatan BkW. Sebab sebelumnya BkW juga sudah pernah ke SMAN 2 dengan tema yang lain. Dan kegiatan ini juga bagian dari belajar bagi siswa. Semoga memberikan pengetahuan dan manfaat bagi siswa kami,” sambut Kepala SMAN 2 Saryono. Tim BkW sendiri yang datang terdiri Adhansatya Praja (Event Manager), Diang Anggrek (Koordinator Partnership dan Medsos), Bumi Ibrahim (Koordinator Logistik), dan Soraya Naila Hasibuan sebagai pewara acara. Sebanyak 72 siswa-siswi yang hadir mengikuti WPP#3 “Mangarani Taman” terlihat antusias. Sebelum mereka diminta memberikan usulan nama dengan mengisi pertanyaan di web BkW, terlebih dulu mereka diminta mengisi kuisioner (pre-test) berkaitan dengan penggunaan teknologi digital atau gadget dalam keseharian mereka sebagai pemuda. Selanjutnya, Diang Anggrek memaparkan perlunya pengetahuan tentang problem solving, critical thinking, serta persuasive writing. Hal ini dimaksudkan sebagai bekal para siswa sebelum mereka memberikan tanggapan atau mengusulkan nama taman di laman BkW. “Pemahaman tentang problem solving, critical thinking, dan persuasive writing ini perlu diberikan kepada siswa, agar mereka bisa memahami tentang permasalahan yang dihadapi, serta bagaimana solusi atau jalan keluarnya,” jelas Anggrek. “Dengan pemahaman itu, diharapkan usulan nama yang diberikan benar-benar berdasarkan pemikiran dan memiliki makna , baik seara nama maupun filosofis,” tambahnya.

Saat “bakunjang” ke SMAN 2 Banjarbaru, tim BkW diterima Bidang Kehumasan Ibu

DIALOG KEBIJAKAN #1 “MANGARANI TAMAN”

DI BANJARBARU, BASAKALIMANTAN WIKI – DISPERKIM LIBATKAN PARTISIPASI PEMUDA Palidangan Bapala adalah nama untuk Taman Guntung Paikat.(@KiaraDisafani) Karindangan adalah nama untuk Taman Bumi Cahaya Bintang. (@silvynadewi) 3. Basimban adalah nama untuk Taman Landasan Ulin.(@rizkyfirdaus916) 4. Bauntung merujuk pada Taman Simpang 4. (@Gustirahman37) NAMA-nama atau penyebutan taman, khususnya di Banjarbaru, beberapa hanya berdasarkan lokasi di mana taman itu berada. Misalnya Taman Palm karena berada di kawasan Palm, atau Taman Simpang Empat karena berada di perempatan. Nah, agar taman-taman itu memiliki nama, bukan sekadar penyebutan berdasarkan lokasi, BASAkalimatan Wiki (BkW) menggenggelar lomba Wikithon Partisipasi Publik “Mangarani Taman” dengan melibatkan kalangan pemuda, pelajar, mahasiswa, dan komunitas. Lomba yang digelar pada bulan September 2025 itu berhasil mendapatkan tanggapan atau partisipasi pemuda sebanyak 406 pemberian usul nama taman. Selanjutnya, nama-nama itu dikurasi BkW menjadi sekitar 30 nama, yang kemudian dinilai oleh tiga juri terdiri dari Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarbaru Ir Abdussamad, pegiat budaya Sri Naida, dan akademisi ahli Bahasa Banjar Ida Komalasari. Hasilnya, didapatkan 4 pemenang terdiri dari 2 dari kategori umum/mahasiswa, dan 2 dari kategori pelajar. Adapun nama taman pemenang untuk kategori umum; Juara 1 “Taman Karindangan” oleh Selvyna Dewi, “Taman Basimban Himung Barataan” oleh Rizky Firdaus. Dan Kategori Pelajar; Juara 1 “Taman Palindangan Bapala” oleh Kiara Disafani, dan “Taman Bauntung” oleh Gusti Rahman. Nama-nama itu akan diberikan kepada empat taman, yakni taman di simpang empat, RTH Guntung Paikat, taman di Komplek Cahaya BIntang, serta taman di Landasan Ulin. Nah, Selasa (7/10/2025) nama-nama taman itu didialogkan BkW bersama Dinas Perkim, para pemuda pemenang, serta beberapa komunitas pemuda lainnya, bertempat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Prov Kalsel, di Banjarbaru. Dialog Kebijakan #1 “Mangarani Taman” ini untuk lebih memantapkan pemberian nama beserta maknanya, serta bagaimana nanti implementasinya. Koordinator Program BASAkalimatan Wiki Hudan Nur mengatakan, pemberian nama taman ini memang diharuskan menggunakan Bahasa Banjar. “Dengan nama Bahasa Banjar, maka itu menjadi ciri atau identitas, selain juga untuk melestarikan Bahasa Banjar,” ujarnya.

DIALOG KEBIJAKAN #1 “MANGARANI TAMAN”

Hudan Nur berterima kasih kepada Disperkim yang menyambut inisiasi BkW yang

menggelar kegiatan dengan pelibatan pemuda dalam “mangarani” taman di Kota Banjarbaru. Kadis Perkim Abdussamad juga menyampaikan terima kasih kepada BkW yang telah menginisiasi pemberian “ngaran” taman di Kota Banjarbaru. “Harapannya, dengan pemberian nama ini, maka nama taman di Banjarbaru benar-benar melalui proses, dan dengan pelibatan anak-anak muda,” katanya. Dari hasil diskusi yang dibagi dalam empat kelompok, masing-masing kelompok membahas satu nama taman, dihasilkan sejumlah usulan yang nanti diharapkan bisa diimplementasikan oleh Disperkim atau secara kolaboratif. Usulan itu di antaranya, pemberian nama taman simpang empat dengan nama Taman Karindangan. “Karena simpang empat itu posisinya strategis, maka paling tepat diberi nama Taman Karindangan. Agar orang yang datang ke Banjarbaru selalu merasa karindangan (rindu),” ujar Diang Anggrek, fasilitator Kelompok 2. Sementara taman di Landasan Ulin diusulkan Kelompok 4 dengan nama Taman Basimban Himung Barataan. “Lantaran di taman itu sudah terdapat fasilitas bermain untuk anak-anak, maka sebaiknya namanya adalah Taman Basimban Himung Barataan karena maknya taman itu tempat bermain yang nyaman untuk membuat anak-anak senang,” ujar Soraya Nailiya, fasilitator Kelompok 4. Selain itu, semua kelompok juga mengusulkan agar dibuatkan plang atau prasasti berisi narasi mengenai pemberian nama, termasuk prosesnya. “Agar para pengunjung taman mengetahui bagaimana proses pemberian nama yang melibatkan para pemuda. Termasuk juga perlu dibuatkan tulisan namanya yang bisa dilihat setiap orang yang lain,” ujar Praja, fasilitator Kelompok 1. Kasi Pertamanan Disperkim Banjarbaru Isma Sari yang mengikuti Dialog Kebijakan #1 “Mangarani Taman” hingga akhir mengaku senang dengan kegiatan yang telah dilaksanakan. “Ini sangat baik, karena semua unsur terlibat, terutama pemuda. Untuk sementara empat nama taman dulu yang diberi nama baru,” ujar Isma, yang juga menyebutkan ada 135 taman dan RTH serta fasilitas umum di Banjarbaru.@

Hudan Nur berterima kasih kepada Disperkim yang menyambut inisiasi BkW yang

SURAT KEPUTUSAN WALI KOTA BANJARBARU

PENETAPAN NAMA TAMAN KOTA TAHUN 2025 www.basakalimantanwiki.org

SURAT KEPUTUSAN WALI KOTA BANJARBARU







Flipbook Gallery

Magazines Gallery

Catalogs Gallery

Reports Gallery

Flyers Gallery

Portfolios Gallery

Art Gallery

Home


Fleepit Digital © 2021