BasaKalimantan Wiki edisi ketujuh menyoroti serangkaian inisiatif, kolaborasi, serta upaya literasi yang melibatkan kaum muda di Kalimantan Selatan. Dokumen ini menyoroti bagaimana proyek Wiki Bakunjang (BkW) menjadi wadah dialog terbuka yang memusatkan perhatian pada pentingnya suara generasi muda dalam membentuk ekosistem pengetahuan serta kebijakan publik. Penekanan utama adalah rangkaian acara dan inisiatif yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan latar bahasa guna menunjukkan bahwa keberagaman bahasa bukan hanya identitas, melainkan modal sosial untuk dialog yang lebih inklusif. Hal-hal ini juga dipakai untuk menggambarkan bagaimana program BkW telah mengaitkan literasi lokal dengan pemberdayaan komunitas muda. (Halaman: N/A)
Dalam konteks prestasi internasional, catatan penting adalah kemenangan BASAibu Wiki pada ajang WSIS Prizes 2025 yang diadakan di tingkat dunia. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi program terhadap literasi digital dan pemberdayaan komunitas lokal, khususnya kaum muda, sebagai bagian dari upaya mereka untuk meningkatkan akses informasi dan partisipasi publik. Kemenangan ini diidentifikasi sebagai momentum penting yang mendukung agenda Aruh Pemuda Kalimantan 2025, sebuah forum yang menghadirkan topik-topik strategis terkait pemuda secara luas. (Halaman: N/A)
Rangkaian kegiatan ini juga menyoroti keberlanjutan upaya peningkatan partisipasi pemuda melalui forum-forum lintas daerah yang mendorong dialog santai namun berarti. Para peserta, termasuk kelompok GIBS yang beragam, menampilkan bagaimana multibahasa tidak hanya kebanggaan identitas, tetapi juga kekuatan kolaboratif dalam proses pembelajaran bersama. Nuansa diskusi yang digambarkan menunjukkan bahwa pendapat pemuda tidak boleh diremehkan ketika menyangkut kebijakan publik. (Halaman: N/A)
Pada intinya, edisi ini menekankan bahwa ruang-ruang diskusi seperti Wiki Bakunjang bukan sekadar tempat bertukar gagasan, tetapi menjadi mekanisme untuk memetakan isu kritis, seperti kesehatan mental, dalam kerangka kebijakan publik yang lebih responsif dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, para peserta didorong untuk mengemukakan pandangan secara sehat, santun, dan persuasif, sehingga ide-ide mereka memiliki peluang lebih besar untuk direpresentasikan dalam proses pengambilan keputusan. (Halaman: N/A)
Sejumlah tokoh kunci di balik inisiatif ini menyoroti pentingnya menjaga semangat kolaborasi lintas institusi. Koordinator program menekankan bahwa kemenangan WSIS Prizes 2025 bukan sekadar penghargaan, melainkan refleksi dari kerja nyata yang melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan. Pencapaian ini juga menjadi jembatan untuk menghubungkan inisiatif lokal dengan momentum kebijakan nasional yang lebih luas. (Halaman: N/A)
Selain itu, teks ini menegaskan bagaimana pelibatan para pemuda dipandang sebagai landasan untuk membangun ekosistem partisipasi publik yang lebih inklusif, kreatif, dan berkelanjutan. Upaya kolaboratif antara berbagai kelompok, dari siswa hingga komunitas akademik, menekankan bahwa pendidikan literasi tidak hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana berkomunikasi secara efektif dalam konteks kebijakan publik. (Halaman: N/A)
Dokumen ini juga menempatkan fokus pada bagaimana teknologi dan media digital menjadi bagian tak terpisahkan dari ruang curhat generasi muda. Fenomena ini terlihat dari respons tertentu yang menggabungkan alat AI sebagai bagian dari cara remaja mengelola beban mental, sebuah contoh bagaimana era digital membentuk dinamika kesejahteraan psikologis dan dukungan sosial. (Halaman: N/A)
Secara keseluruhan, edisi ketujuh BASAkalimantan Wiki membangun narasi mengenai peran pemuda sebagai penggerak literasi lokal dan pembahasan kebijakan kesehatan mental sebagai bagian dari dialog publik yang lebih luas. Narasi ini menonjolkan bahwa suara pemuda memiliki bobot nyata dalam merumuskan solusi yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga berkelanjutan bagi kemajuan daerah Kalimantan Selatan. (Halaman: N/A)
Pada akhirnya, rangkaian acara dan diskusi ini menegaskan bahwa upaya kolaboratif dapat menyatukan berbagai kepentingan—pendidik, pelajar, pendukung kebijakan, dan komunitas—untuk membangun ekosistem yang tidak hanya mengakui masalah kesehatan mental, tetapi juga menyiapkan langkah konkret menuju akses layanan, literasi yang lebih baik, serta kebijakan yang berpusat pada kesejahteraan remaja. (Halaman: N/A)
Pelaksanaan Wiki Bakunjang di UIN Antasari Banjarbaru membawa suasana diskusi yang intim namun berwawasan luas mengenai isu kesehatan mental dan stigma seputarnya. Kegiatan ini menarik perhatian sekitar seratus dua puluh mahasiswa dari berbagai jenjang studi, mengundang mereka untuk berbagi pandangan serta berpartisipasi dalam diskusi reflektif yang diarahkan pada pemikiran kritis dan empati. Kegiatan ini juga bagian dari rangkaian acara Dies Natalis HMJ Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, menegaskan keterkaitan antara literasi, literasi digital, dan kesejahteraan mahasiswa. (Halaman: N/A)
Para peserta diajak mengikuti Wikithon Partisipasi Publik #4 yang menantang mereka memikirkan bagaimana generasi muda dapat menjaga peran mereka dalam menyoroti isu kesehatan mental dan menentang stigma sosial yang melekat. Hasil diskusi kemudian disalurkan ke platform BASAkalimantanWiki.org, membentuk basis data ide-ide publik yang dapat dijadikan referensi untuk kebijakan kampus. Pihak pengelola menegaskan pentingnya keterlibatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang bertanggung jawab. (Halaman: N/A)
Berbagai tantangan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan sumber daya, hambatan akses layanan psikologis, serta rendahnya literasi terkait layanan kesehatan mental. Diskusi berlangsung dengan ritme santai namun fokus pada isu-isu nyata yang dihadapi mahasiswa, seperti tekanan akademik, tuntutan sosial, dan pengaruh era digital terhadap kesejahteraan psikologis. Diskusi juga menggugah pemikiran mengenai bagaimana teknologi bisa menjadi alat bantu, bukan beban tambahan, untuk berbagi beban emosional secara sehat. (Halaman: N/A)
Koordinator program menimbang bahwa upaya tindak lanjut perlu dilakukan dengan membuka konseling gratis bagi mahasiswa, serta menjaga agar ruang diskusi tetap inklusif dan bebas stigma. Penutupan acara menonjolkan unsur budaya dan aktivitas yang memperkaya pengalaman belajar, seperti kuis bahasa Banjar dan foto bersama, yang menyiratkan pesan bahwa berbagi pengalaman seputar kesehatan mental adalah langkah awal menuju pemulihan komunitas kampus. (Halaman: N/A)
Pergeseran ke arah kebijakan publik untuk kalangan kampus menjadi bagian penting dari narasi ini, menegaskan bahwa suara mahasiswa bukan sekadar respons pasif, melainkan pendorong untuk perubahan nyata. Dalam kerangka ini, Wiki Bakunjang berperan sebagai jembatan antara kebutuhan mahasiswa dan institusi yang bisa memberikan dukungan konkret, termasuk layanan konseling dan program dukungan sosial yang berkelanjutan. (Halaman: N/A)
Secara ringkas, inisiatif di UIN Antasari menunjukkan bagaimana literasi kesehatan mental dapat diterjemahkan ke dalam praktik universitas melalui kolaborasi, diskusi terbuka, serta pengumpulan ide publik. Upaya ini menegaskan bahwa ruang aman untuk berbicara tentang kesehatan mental adalah fondasi penting bagi kesejahteraan akademik dan interaksi sosial yang sehat di kalangan mahasiswa. (Halaman: N/A)
Terlepas dari tantangan yang ada, komitmen untuk mengoptimalkan akses layanan dan mempermudah partisipasi anggota kampus terlihat jelas. Dukungan dari pimpinan organisasi kemahasiswaan memberikan landasan kebijakan untuk memperluas program pendampingan, pendokumentasian hasil diskusi, dan penggunaan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan literasi terkait masalah kesehatan mental. (Halaman: N/A)
Melalui rangkaian acara tersebut, UIN Antasari tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga laboratorium praktik kebijakan kampus yang mengutamakan kesejahteraan mahasiswa sebagai bagian dari budaya akademik. Keterlibatan siswa dalam Wikithon dan sesi berbagi pendapat memperlihatkan bagaimana generasi muda mampu menumbuhkan budaya berbicara terbuka, saling mendengar, dan membangun solusi bersama yang relevan dengan konteks kampus. (Halaman: N/A)
Di Aula Pangeran Samudra, Kalimantan Selatan, BASAkalimantan Wiki memfasilitasi forum dialog kebijakan kesehatan mental yang menampilkan kolaborasi lintas kalangan pemuda dengan institusi publik. Acara ini dibarengi penyampaian hadiah Wikithon Partisipasi Publik #4 serta pengukuhan Dewan Pemuda Kalimantan (DPK), yang menandai momentum penting dalam perumusan kebijakan daerah. Kedudukan forum ini sebagai ruang pertemuan antara pemuda, komunitas, dan perwakilan pemerintah menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari pembangunan daerah. (Halaman: N/A)
Pembukaan acara dilakukan oleh perwakilan pemerintah daerah yang menegaskan kebutuhan untuk membuka ruang aspirasi pemuda serta komitmen untuk bekerja sama dengan DP Kalimantan dan BASAkalimantan Wiki. Direktur Program BkW menegaskan bahwa Wikithon Partisipasi Publik #4 berhasil mengumpulkan ribuan entri yang mencerminkan semangat serta kekayaan ide dari berbagai daerah. Empat pemenang terpilih berasal dari kategori umum dan pelajar, menunjukkan bahwa cara pandang berbagai kelompok usia dapat memperkaya pembahasan masalah kesehatan mental. (Halaman: N/A)
Diskusi dibagi menjadi dua sesi rotasi yang melibatkan pemuda, komunitas, serta perwakilan pemerintah. Beragam isu muncul, mulai dari tekanan akademik hingga paparan informasi digital, serta hambatan akses layanan kesehatan mental. Tujuan forum ini adalah memperhalus gagasan yang telah ada dan menyiapkan langkah implementasi yang bisa diadopsi dalam kebijakan publik. (Halaman: N/A)
Puncak acara ditandai dengan pengukuhan Dewan Pemuda Kalimantan yang terdiri dari sejumlah pemuda lintas latar belakang. Kepala DPRD Banjarbaru menegaskan komitmen legislatif untuk menyediakan kanal aspirasi pemuda dalam proses perumusan kebijakan daerah dan memberikan ruang bagi ide-ide mereka untuk direalisasikan. Inti pesan adalah bahwa suara pemuda tidak sekadar menjadi wacana, melainkan fondasi bagi kebijakan yang lebih sensitif, empatik, dan berkelanjutan. (Halaman: N/A)
Acara ini menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi, pemuda, dan pejabat publik dapat menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan relevan. Forum juga menyinggung pentingnya mengembangkan pola dukungan seperti Konselor Sebaya sebagai pendengar yang aman dan beretika, yang dapat membantu menilai situasi, mencatat kondisi, dan memberi arahan rujukan ke tenaga profesional ketika diperlukan. (Halaman: N/A)
Keberlanjutan pertemuan semacam ini tercermin dalam semangat untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan mental ke tingkat komunitas yang lebih luas. Edukasi publik, literasi digital, serta mekanisme konsultasi menjadi bagian dari strategi untuk memaknai kesehatan mental sebagai prioritas kebijakan daerah yang nyata dampaknya bagi kesejahteraan anak dan remaja. (Halaman: N/A)
Acara dialog kebijakan publik di Banjarbaru, Banjarbaru, menekankan pentingnya pembentukan arah kebijakan yang inklusif melalui partisipasi lintas sektor. Forum ini mengundang pelajar, mahasiswa, guru, akademisi, pegiat komunitas, ASN, dan jurnalis untuk duduk sejajar dalam diskusi yang konstruktif. Tujuannya adalah memetakan langkah nyata untuk akselerasi implementasi kebijakan yang menjamin akses layanan kesehatan mental yang adil untuk semua kalangan, terutama anak dan remaja. (Halaman: N/A)
Pertemuan tersebut menyoroti bahwa isu kesehatan mental bukan persoalan lokal semata, melainkan tantangan bersama yang melintasi wilayah. Perwakilan pemerintah kota menegaskan komitmen untuk terlibat aktif dalam dialog, serta mendukung program-program seperti layanan konselor sebaya sebagai bagian dari ekosistem pendampingan yang etis dan efektif. Diskusinya juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi sebagai sarana untuk memfasilitasi curhat, pelaporan isu, dan akses sumber daya yang relevan. (Halaman: N/A)
Para pemangku kepentingan memaparkan bahwa empat bidang penting perlu menjadi prioritas: peningkatan literasi kesehatan mental, peningkatan akses ke layanan profesional, pembentukan jaringan pendukung komunitas, serta mekanisme evaluasi kebijakan yang berbasis data. Kegiatan ini juga menyoroti bagaimana kompetisi ide—melalui Wikithon—memberi wadah bagi pemuda untuk menampilkan inovasi kebijakan yang bisa diadopsi pemerintah daerah secara nyata. (Halaman: N/A)
Puncaknya adalah upaya pengukuhan Dewan Pemuda Kalimantan sebagai perwakilan pemuda lintas latar, yang berfungsi sebagai kanal masukan reguler untuk perumusan kebijakan daerah. Ketua DPRD Banjarbaru menegaskan bahwa legislator siap membuka ruang aspirasi pemuda dan mengubah ide-ide tersebut menjadi kebijakan yang konkret. Forum ini menegaskan pendekatan kolaboratif sebagai fondasi untuk kebijakan yang lebih empatik, responsif, dan berkelanjutan di Kalimantan. (Halaman: N/A)
Dokumen ini menegaskan bahwa tujuan BASAkalimantan Wiki adalah memperkuat suara pemuda sebagai kekuatan yang mendorong perubahan kebijakan, bukan sekadar diskursus. Karya yang dihasilkan lewat Wikithon dan forum kebijakan publik diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan program pendampingan, akses layanan, dan praktik kesejahteraan yang lebih luas bagi komunitas anak dan remaja. (Halaman: N/A)
Salah satu ide yang berkembang dalam forum adalah penguatan peran Konselor Sebaya sebagai pendengar yang aman dan etis. Peserta menekankan bahwa peran konselor sebaya bukan untuk memberi solusi instan, melainkan untuk mendengarkan dengan empati, mencatat konteks, dan memberikan rekomendasi rujukan ke profesional bila diperlukan. Kebutuhan akan pelatihan khusus dan standar etika menjadi bagian penting dari rencana implementasi. (Halaman: N/A)
Selain itu, diskusi menyoroti perlunya penguatan infrastruktur layanan kesehatan mental yang meliputi peningkatan kapasitas tenaga profesional, peningkatan literasi publik, serta ketersediaan sumber daya untuk merujuk ke layanan yang tepat. Dalam kerangka ini, program-program literasi digital dipandang sebagai alat untuk mengurangi stigma, meningkatkan akses informasi, dan mempermudah para pemuda mencari bantuan ketika mereka membutuhkannya. (Halaman: N/A)
Perluasan program literasi dan layanan tidak hanya terbatas pada lingkungan kampus, tetapi juga menyasar komunitas yang lebih luas di Kalimantan Selatan. Dengan demikian, upaya kolaboratif antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, organisasi pemuda, dan sektor publik diharapkan memberi dampak positif bagi kesejahteraan remaja dan keluarganya. (Halaman: N/A)
Inti dari arah aksi ini adalah pembuatan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan remaja, dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis bukti. Forum-dialog menegaskan bahwa melibatkan berbagai pihak sejak tahap perumusan kebijakan adalah langkah krusial untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan benar-benar relevan, praktis, dan bermanfaat bagi semua kalangan. (Halaman: N/A)
BASAKALIMANTAN WIKI EDISI ke-7 (Oktober - Desember 2025) IND - Flipbook by Fleepit