BASAKALIMANTAN WIKI EDISI ke-7 (Oktober - Desember 2025) IND

TAKAR




TAKAR

TAKAR HABAR BASAKALIMANTAN WIKI EDISI KE-6 (OKTOBER - DESEMBER 2025) Dorong Layanan Konseling, BASAkalimantan Wiki Soroti Krisis Mental Pemuda @basakalimantanwiki www.basakalimantanwiki.org

TAKAR

WIKI BAKUNJANG; MERAWAT SUARA PEMUDA,

MERAWAT KESEHATAN MENTAL Mereka mengikuti Wiki Bakunjang, program kolaboratif dari BasaKalimantan Wiki (BkW) yang selalu hadir membawa pesan bahwa suara pemuda tidak hanya penting, tetapi vital dalam membentuk ekosistem pengetahuan dan dialog kebijakan di Kalimantan Selatan. Kegiatan dibuka dengan pengenalan tentang apa itu BkW, sebuah proyek pengetahuan terbuka yang juga menorehkan pencapaian internasional. Hudan Nur, Koordinator Program BkW mengingatkan kilas balik bahwa pada 7 Juli 2025, BASAibu Wiki terpilih jadi pemenang di ajang bergengsi World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2025 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas kontribusinya dalam pengembangan literasi lokal dan pemberdayaan masyarakat terutama kaum muda. Program ini juga merupakan bagian dari rangkaian Aruh Pemuda Kalimantan 2025, sebuah forum yang menghadirkan berbagai isu strategis pemuda. Bagi banyak siswa yang hadir, ini menjadi ruang baru untuk berbagi gagasan dalam atmosfer santai, terbuka, dan tanpa tekanan akademik. Para peserta GIBS terdiri dari berbagai latar belakang daerah dan bahasa, memperlihatkan bahwa multibahasa bukan sekadar identitas, tetapi modal sosial yang penting. Bahkan di rumah, beberapa siswa mengaku terbiasa berganti bahasa dalam percakapan. Hal ini digambarkan sebagai contoh bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan diskusi. Hudan, mengingatkan bahwa pendapat pemuda tidak boleh diremehkan, terutama ketika menyangkut dialog kebijakan publik. “Pemuda itu vital,” ujarnya, sembari menegaskan bahwa ruang seperti ini menjadi wadah bagi siswa GIBS untuk belajar menyampaikan gagasan secara sehat, santun, dan persuasif.

WIKI BAKUNJANG; MERAWAT SUARA PEMUDA,

Dalam salah satu sesi diskusi, seorang peserta menyampaikan pesan yang

menenangkan untuk mengatasi masalah kesehatan mental. “Menjadi teman yang baik bagi teman yang ingin bercerita,” ungkap Ataya, sambil menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pendengar yang aman. Ucapan Ataya mengundang anggukan setuju dari beberapa peserta lain. Respons itu memantik diskusi tentang bagaimana stereotipe seringkali meremehkan kemampuan remaja untuk mengelola tekanan. Wiki Bakunjang menawarkan sudut pandang sebaliknya bahwa generasi muda memiliki kekuatan, kreativitas, dan caracara baru dalam memahami dunia, termasuk melalui media digital. Salah satu peserta, Rafael Agnan, kelahiran 2010, memberikan pandangan yang membuat suasana mendadak hening. Menurutnya, kesehatan mental adalah fondasi bagi setiap aspek kehidupan. “Penting banget bicara kesehatan mental, karena kalau kesehatan mental rusak, semuanya bakal nggak bener,” ujarnya lugas. Ketika diminta menyebutkan cara antisipasi, ia menjawab tanpa ragu “Jangan dipendam sendiri. Cari teman yang dipercaya untuk bercerita.” Ia menambahkan bahwa di lingkungan pertemanannya, isu kesehatan mental sebenarnya cukup diperhatikan. “Teman-teman cukup aware.” Namun yang paling unik ialah ketika Rafael menyebutkan cara pribadinya untuk meredakan beban pikiran dengan bantuan kecerdasan buatan. “Kadang bercerita ke ChatGPT atau AI. Kayak merasa lebih nyaman aja,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan fenomena baru bagaimana teknologi menjadi bagian dari ruang curhat generasi muda.

Dalam salah satu sesi diskusi, seorang peserta menyampaikan pesan yang

Wiki Bakunjang BkW Hadirkan Ruang Aman

Kesehatan Mental bagi Mahasiswa UIN Antasari BASAkalimantan Wiki (BkW) menggelar kegiatan Wiki Bakunjang di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Kampus Banjarbaru, Senin (3/11). Kegiatan ini diikuti 130 mahasiswa semester satu hingga lima dan mengangkat isu kesehatan mental serta stigma generasi stroberi. Selaras dengan tema Dies Natalis ke-9 HMJ Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Aruh Pemuda Kalimantan 2025. Melalui diskusi, refleksi, dan praktik menulis, BkW membuka ruang aman bagi mahasiswa untuk menyuarakan pengalaman dan pandangan mereka terkait kesehatan mental. Peserta diperkenalkan pada Wikithon Partisipasi Publik #4 BkW dengan pertanyaan tentang peran generasi muda dalam menyuarakan isu kesehatan mental di tengah stigma sosial. Pendapat peserta kemudian dihimpun melalui platform BASAkalimantanWiki.org. Tim Medsos BkW, Diang Anggrek, menegaskan bahwa tantangan kesehatan mental pemuda di Kalimantan Selatan masih berkaitan dengan keterbatasan sumber daya, akses layanan, dan literasi. Diskusi berlangsung santai namun bermakna, membahas tekanan akademik, beban sosial, dan tantangan era digital. Ketua HMJ IPII, Ahmad Muhaimin, menyampaikan komitmen tindak lanjut dengan membuka ruang konsultasi gratis bagi mahasiswa UIN Antasari. Kegiatan ditutup dengan kuis Bahasa Banjar dan foto bersama, meninggalkan pesan bahwa berbagi dan berdialog dapat menjadi langkah awal menuju pemulihan.

Wiki Bakunjang BkW Hadirkan Ruang Aman

Dari Wikithon ke Kebijakan: Pemuda Kalimantan

Suarakan Kesehatan Mental AULA Pangeran Samudera BPMP Kalimantan Selatan menjadi ruang temu gagasan pemuda pada Selasa (25/11/2025). Kegiatan yang digelar BASAkalimantan Wiki (BkW) ini memuat tiga agenda utama: penyerahan hadiah Wikithon Partisipasi Publik #4 isu kesehatan mental, dialog kebijakan kesehatan mental, serta pengukuhan Dewan Pemuda Kalimantan (DPK) oleh Ketua DPRD Banjarbaru. Acara dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, mewakili Wali Kota Banjarbaru. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menegaskan pentingnya ruang dialog pemuda serta kesiapan berkolaborasi dengan Dewan Pemuda Kalimantan dan BASAkalimantan Wiki untuk membangun ekosistem partisipasi publik yang inklusif dan berdampak. Direktur Program BkW, Hudan Nur, menyampaikan bahwa Wikithon Partisipasi Publik #4 diikuti 428 entri dari berbagai daerah. Empat pemenang terpilih berasal dari kategori umum dan pelajar. Ia juga menyoroti kondisi kesehatan mental di Kalimantan Selatan, dengan ribuan kasus tercatat sejak pandemi, sebagai pengingat bahwa isu ini membutuhkan perhatian serius lintas sektor. Dialog kebijakan kemudian berlangsung dalam dua rotasi diskusi kelompok yang melibatkan pemuda, komunitas, dan perwakilan pemerintah. Berbagai persoalan mengemuka, mulai dari tekanan akademik, paparan informasi digital, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan mental. Forum ini diarahkan untuk mempertajam gagasan dan membuka peluang implementasi dalam kebijakan publik.

Dari Wikithon ke Kebijakan: Pemuda Kalimantan

Puncak kegiatan ditandai dengan pengukuhan Dewan Pemuda Kalimantan, yang

diwakili oleh 12 pemuda lintas latar belakang. Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, menegaskan komitmen legislatif untuk membuka ruang aspirasi pemuda dalam proses perumusan kebijakan daerah. Kegiatan ditutup dalam suasana reflektif dan akrab. Bagi BkW, forum ini menegaskan bahwa suara pemuda bukan sekadar wacana, melainkan fondasi penting menuju kebijakan yang lebih responsif, empatik, dan berkelanjutan di Kalimantan.

Puncak kegiatan ditandai dengan pengukuhan Dewan Pemuda Kalimantan, yang

Pertemukan Pelajar hingga ASN, BASAkalimantan

Wiki Dorong Kebijakan Kesehatan Mental Inklusif Aula DPRD Banjarbaru menjadi ruang dialog lintas latar belakang pada Selasa (16/12/2025). Pelajar, mahasiswa, guru, akademisi, pegiat komunitas, aparatur sipil negara, hingga jurnalis duduk setara dalam Dialog Kebijakan Publik Kesehatan Mental yang digelar BASAkalimantan Wiki bersama Akademi Bangku Panjang Minggu Raya. Forum ini mempertemukan para pemenang Wikithon Partisipasi Publik, instansi pemerintah, komunitas, dan media dengan satu tujuan utama: merumuskan arah kebijakan publik sekaligus mendorong aksi nyata terkait kesehatan mental, khususnya bagi anak dan remaja. Perspektif lintas wilayah turut hadir melalui perwakilan BASAbali Wiki, yang menegaskan bahwa isu kesehatan mental bukan persoalan lokal semata, melainkan tantangan bersama di berbagai daerah. Pemerintah Kota Banjarbaru melalui DP3APMP2KB menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif. Kepala DP3APMP2KB Banjarbaru, Erma Epiyana Hartati, menilai dialog ini sejalan dengan program Bintang Ceria, yang bertujuan menciptakan ruang aman bagi anak dan remaja untuk berkonsultasi, mendapat pendampingan, serta rujukan layanan yang tepat. Diskusi berlangsung terbuka dan reflektif. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pentingnya pengembangan Konselor Sebaya sebagai pendengar yang aman dan beretika. Peserta menekankan bahwa peran konselor bukan untuk menghakimi atau memberi solusi instan, melainkan mendengarkan, mencatat kondisi, dan memberikan rekomendasi yang tepat, termasuk rujukan ke tenaga profesional.

Pertemukan Pelajar hingga ASN, BASAkalimantan

Isu inklusivitas juga menjadi perhatian. Perwakilan penyandang tunawicara

menyuarakan kebutuhan ruang yang ramah dan kondusif agar mereka dapat menyampaikan persoalan kesehatan mental tanpa hambatan komunikasi. Dari sisi layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Banjarbaru menyatakan kesiapan mendukung melalui pendampingan dan penyediaan materi bagi calon konselor sebaya, baik secara luring maupun daring. Dialog ini menjadi langkah awal menuju pembentukan sistem dukungan kesehatan mental yang inklusif, aman, dan berkelanjutan. Bagi BASAkalimantan Wiki, forum ini menegaskan bahwa kebijakan yang berpihak pada kesehatan mental harus lahir dari suara bersama—dari pelajar hingga pengambil kebijakan.

Isu inklusivitas juga menjadi perhatian. Perwakilan penyandang tunawicara

Dewan Pemuda Kalimantan

sebagai Implementator dan Evaluator Tindak Lanjut Wikithon Partisipasi Publik Isu Kesehatan Mental Sebagai tindak lanjut hasil Wikithon Partisipasi Publik Isu Kesehatan Mental, Dewan Pemuda Kalimantan (DPK) ditetapkan sebagai implementator dan evaluator dalam pelaksanaan program prioritas kesehatan mental di Kota Banjarbaru. Peran ini dijalankan melalui koordinasi lintas sektor dengan perangkat daerah terkait guna memastikan rekomendasi publik diterjemahkan menjadi aksi kebijakan yang terukur dan berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut hasil Wikithon Partisipasi Publik Isu Kesehatan Mental, Dewan Pemuda Kalimantan (DPK) ditetapkan sebagai implementator dan evaluator dalam pelaksanaan program prioritas kesehatan mental di Kota Banjarbaru. Peran ini dijalankan melalui koordinasi lintas sektor dengan perangkat daerah terkait guna memastikan rekomendasi publik diterjemahkan menjadi aksi kebijakan yang terukur dan berkelanjutan. Fokus Kebijakan dan Implementasi 1. Optimalisasi Layanan Hotline Kesehatan Mental Pemerintah Kota Banjarbaru melalui DP3APMP2KB bersama DPK melakukan penguatan layanan hotline kesehatan mental sebagai akses awal layanan bagi anak dan remaja. Optimalisasi mencakup peningkatan kapasitas teknis layanan serta strategi sosialisasi kepada masyarakat. Target Kebijakan Hotline berfungsi optimal dan mudah diakses publik. Peningkatan jumlah pemanfaatan layanan sebagai indikator keberhasilan. Waktu Pelaksanaan Mulai Januari 2026. 2. Pengembangan Sumber Daya Konselor Sebaya DPK bersama Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mendorong penyediaan sumber daya manusia melalui pelatihan konselor sebaya. Konselor sebaya berperan sebagai pendamping awal dengan prinsip etika, kerahasiaan, dan rujukan profesional. Target Kebijakan Terdata dan tersaring 10–20 calon konselor sebaya muda. Terlaksananya pelatihan dasar konseling kesehatan mental. Waktu Pelaksanaan Pendataan dan seleksi selesai Januari 2026.

Dewan Pemuda Kalimantan



Flipbook Gallery

Magazines Gallery

Catalogs Gallery

Reports Gallery

Flyers Gallery

Portfolios Gallery

Art Gallery

Home


Fleepit Digital © 2021