FILTERISASI INFORMASI DAN HOAKS

MODUL PELATIHAN




MODUL PELATIHAN

FILTERISASI INFORMASI DAN HOAKS (Panduan untuk Orang Tua dalam Mendampingi Anak di Era Digital) PENYUSUN SAEFUDIN,S.Ag.,M.MPd DAFTAR ISI 1. Pendahuluan o Latar Belakang o Tujuan Pembelajaran o Sasaran Peserta 2. Materi Pelatihan o Pengertian Hoaks dan Misinformasi o Jenis-Jenis Hoaks 1

MODUL PELATIHAN

o

Dampak Hoaks di Dunia Digital o Cara Memfilter Informasi dengan Cerdas 3. Praktik dan Diskusi o Teknik Mendeteksi Hoaks o Studi Kasus dan Simulasi 4. Evaluasi 5. Referensi BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era digital, informasi menyebar dengan cepat melalui media sosial, website, dan aplikasi pesan instan. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar benar dan valid. Hoaks (berita palsu) dan misinformasi dapat menyesatkan, menyebabkan kepanikan, serta memengaruhi keputusan seseorang. Menurut laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo, 2023), ribuan hoaks teridentifikasi setiap tahun, mencakup berbagai isu seperti kesehatan, politik, hingga bencana alam. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memiliki keterampilan dalam memfilter informasi agar dapat membimbing anak-anak dalam dunia digital. B. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan dapat: 1. Memahami apa itu hoaks dan jenis-jenisnya. 2. Menyadari dampak negatif dari penyebaran hoaks. 3. Mengembangkan keterampilan dalam mengevaluasi dan memverifikasi informasi. 4. Menerapkan metode penyaringan informasi dalam kehidupan sehari-hari. BAB 2 2

o

MATERI PELATIHAN

A. Pengertian Hoaks dan Misinformasi • Hoaks adalah informasi yang dibuat untuk menyesatkan atau membingungkan pembaca dengan tujuan tertentu, seperti menimbulkan kepanikan atau memengaruhi opini publik. (Kominfo, 2023) • Misinformasi adalah penyebaran informasi yang salah, tetapi tidak disengaja. • Disinformasi adalah informasi yang sengaja dipalsukan untuk memanipulasi opini atau perilaku masyarakat. (UNESCO, 2022) 💡 Contoh Hoaks: • "Minum air panas bisa membunuh virus COVID-19." • "Aplikasi WhatsApp akan segera ditutup, segera sebarkan ke 10 orang." B. Jenis-Jenis Hoaks Menurut First Draft News (2020), hoaks dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis: 1. Konten Menyesatkan – Informasi yang sengaja disajikan dengan cara yang menyesatkan. o Contoh: Foto bencana alam yang diambil dari peristiwa lama tetapi diklaim sebagai kejadian terbaru. 2. Konten Palsu – Informasi yang sepenuhnya tidak benar dan dibuat untuk menipu. o Contoh: Berita palsu tentang tokoh publik yang meninggal padahal masih hidup. 3. Konten Manipulatif – Informasi yang mengandung elemen asli tetapi dimanipulasi. o Contoh: Foto seorang pejabat yang diedit agar tampak melakukan tindakan yang sebenarnya tidak terjadi. 3

MATERI PELATIHAN

4. Konten Satir atau Parodi – Berita yang dibuat untuk tujuan hiburan tetapi sering

disalahartikan sebagai fakta. C. Dampak Hoaks di Dunia Digital 1. Menimbulkan Kepanikan o Contoh: Hoaks tentang penculikan anak yang menyebabkan keresahan di masyarakat. 2. Merusak Kepercayaan Publik o Penyebaran informasi palsu dapat mengurangi kepercayaan terhadap pemerintah, media, atau institusi lainnya. 3. Mempengaruhi Keputusan yang Salah o Contoh: Hoaks medis dapat membuat seseorang menolak pengobatan yang seharusnya menyelamatkan nyawanya. 4. Menyebabkan Konflik Sosial o Hoaks politik sering digunakan untuk menyebarkan kebencian dan polarisasi di masyarakat. D. Cara Memfilter Informasi dengan Cerdas Menurut Google News Initiative dan Kominfo, ada beberapa langkah utama untuk memverifikasi informasi: 1. Periksa Sumber Informasi o Pastikan informasi berasal dari sumber resmi atau media terpercaya. o Waspadai berita yang hanya bersumber dari media sosial tanpa referensi yang valid. 2. Cek URL dan Nama Website o Hoaks sering menggunakan domain yang mirip dengan situs berita resmi tetapi dengan sedikit perubahan (misalnya, kompasnews.com yang palsu menyerupai kompas.com). 4

4. Konten Satir atau Parodi – Berita yang dibuat untuk tujuan hiburan tetapi sering

3. Gunakan Situs Cek Fakta

o Beberapa situs yang bisa digunakan untuk mengecek fakta:  CekFakta.com  TurnBackHoax.id  Google Fact Check Tools 4. Gunakan Teknik "Reverse Image Search" o Unggah gambar di Google Images (images.google.com) untuk melihat apakah gambar sudah pernah digunakan sebelumnya dengan konteks berbeda. 5. Jangan Langsung Membagikan! o Biasakan berpikir sebelum menyebarkan informasi. Jika ragu, lebih baik tidak meneruskan berita tersebut. BAB 3 PRAKTIK DAN DISKUSI A. Teknik Mendeteksi Hoaks 1. Berikan peserta contoh berita hoaks dan berita asli, lalu minta mereka membandingkan. 2. Diskusikan indikator yang menunjukkan suatu berita bisa jadi hoaks. B. Studi Kasus dan Simulasi • Kasus 1: Seorang anak menerima pesan berantai di WhatsApp tentang "hadiah gratis dari perusahaan terkenal". Bagaimana sebaiknya orang tua menanggapi dan mengajarkan anak tentang ini? • Kasus 2: Berita viral di media sosial mengklaim adanya bencana besar yang akan terjadi. Bagaimana cara mengecek kebenarannya sebelum panik? 5

3. Gunakan Situs Cek Fakta

BAB 4

EVALUASI • Tes Singkat: (5 pertanyaan pilihan ganda mengenai hoaks dan filterisasi informasi). • Tugas Praktik: o Mencari satu contoh hoaks di internet dan menjelaskan bagaimana cara mengecek kebenarannya. https://forms.gle/j8uDM7X6gpCPK9yo6 BAB 5 REFERENSI 1. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (2023). Modul Literasi Digital Nasional. (https://literasidigital.id) 2. UNESCO (2022). Journalism, Fake News & Disinformation. 3. Google News Initiative (2022). How to Spot Fake News & Misinformation. (https://newsinitiative.withgoogle.com) 4. Turn Back Hoax - MAFINDO (2023). Panduan Masyarakat dalam Mengenali Hoaks. (https://turnbackhoax.id) 6

BAB 4



Flipbook Gallery

Magazines Gallery

Catalogs Gallery

Reports Gallery

Flyers Gallery

Portfolios Gallery

Art Gallery

Home


Fleepit Digital © 2021