SIGAP! STUNTING - KKN UNDIP DESA KLEWOR





KATA

PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas tersusunnya booklet SIGAP Stunting (Siaga Pencegahan Stunting) sebagai media edukasi mengenai upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi anak, khususnya dengan pemanfaatan sumber protein hewani berupa telur. Booklet ini disusun untuk memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya ibu yang memiliki balita stunting maupun balita yang berisiko stunting, mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain itu, booklet ini juga memuat informasi mengenai pemenuhan gizi seimbang, manfaat telur dan daun kelor, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga Program Ayam Petelur Berkelanjutan sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Semoga booklet ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat serta mendorong keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang baik demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

KATA

DAFTAR ISI

BAB 1 Mengenal Stunting .............................................................................................. 3 Pengertian Stunting Penyebab & Faktor Risiko Dampak Stunting Mitos & Fakta BAB 2 Stunting dalam Naskah Kuno ......................................................................6 BAB 3 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) .......................................... 7 Pentingnya 1000 HPK Fase Kehamilan Fase Bayi 0–6 Bulan Fase Bayi–Balita 6–24 Bulan Empat Pilar 1000 HPK Jadwal Imunisasi Dasar BAB 4 Pemenuhan Gizi Balita .................................................................................... 12 BAB 5 Pemanfaatan Telur sebagai Sumber Protein Hewani ...................................................................................................... 13 BAB 6 Program Ayam Petelur Berkelanjutan .................................................. 15 BAB 7 Pemantauan Pertumbuhan Anak Pendampingan Keluarga ............................................................................. 16 Daftar Pustaka .................................................................................................... 19

DAFTAR ISI

Yuk Kenal

G STUNTIBN AB 1 Apa A Itu STUNTING? STUNTING? pa Itu Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan standar usianya berdasarkan WHO-MGRS (Multicentre Growth Reference Study). Kondisi ini tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak dan kapasitas intelektual anak. Apabila tidak ditangani sejak dini, stunting dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif di masa dewasa yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Dampak stunting juga dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa di masa depan. Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia pernah menempati peringkat ketiga dengan prevalensi stunting tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Namun, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting berhasil menurun dari 27,7% pada tahun 2019 menjadi 19,8% pada tahun 2024. Pencapaian ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pencegahan stunting yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir mulai memberikan hasil yang positif. 3

Yuk Kenal

Yuk Kenal

G STUNTIBN AB 1 TUNTING? aktor R isiko S Penyebab P enyebab & FFaktor Risiko STUNTING? Faktor pada Anak Faktor Ibu & Lingkungan Asupan gizi tidak cukup Anemia pada ibu selama kehamilan atau lingkar lengan atas ibu yang kecil Riwayat berat badan lahir rendah (BBLR) Kondisi ekonomi yang membatasi akses terhadap pangan bergizi Penyakit infeksi berulang, seperti diare dan ISPA Rendahnya pengetahuan ibu mengenai gizi dan pola asuh anak Sanitasi dan akses air bersih yang kurang memadai ASI eksklusif belum optimal Terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan. Karena faktor-faktor ini saling terkait, penanganan stunting paling efektif dilakukan secara menyeluruh bukan hanya dari sisi gizi anak saja. (Sihotang et al., 2023; Mulyasari et al., 2022) 4

Yuk Kenal

Yuk Kenal

G STUNTIBN AB 1 ampak STUNTING? A pa S Apa Saja aja D Dampak STUNTING? Stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan anak saat ini, tetapi juga dapat berdampak hingga dewasa. Jangka Pendek Jangka Panjang Lebih mudah sakit karena daya tahan tubuh lebih lemah Kemampuan belajar dan konsentrasi di sekolah cenderung lebih rendah. Perkembangan motorik lebih lambat, seperti duduk, berjalan, atau berbicara dibandingkan anak seusianya. Meningkatkan risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung saat dewasa. Penyakit infeksi berulang, seperti diare dan ISPA Produktivitas kerja di masa depan dapat menurun akibat perkembangan fisik dan kognitif yang tidak optimal sejak kecil. MITOS M atau ITOS a tau FFAKTA? AKTA? MITOS Anak pendek pasti karena keturunan. Nanti juga tumbuh mengejar sendiri. Anak gemuk pasti tidak stunting. FAKTA Stunting lebih banyak dipengaruhi oleh kekurangan gizi dan infeksi berulang, bukan semata-mata faktor genetik. Jika tidak ditangani hingga usia 2 tahun, pertumbuhan anak akan sulit dikejar. Anak dapat memiliki berat badan yang cukup, tetapi tetap mengalami stunting karena tinggi badannya kurang sesuai dengan usianya. 5

Yuk Kenal

STUNTIsNkaGh

dalam Na B2 KUNO BA ata Naskah A pa K Apa Kata Naskah K Kuno? uno? Stunting merupakan permasalahan yang telah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Beberapa naskah Sunda, baik kuno (bihari), peralihan (kamari), maupun masa kini (kiwari), memuat pengetahuan mengenai upaya menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai bentuk pencegahan stunting. Salah satu naskah tersebut adalah Sahyang Titisjati Pralina, naskah Sunda kuno dari abad ke-16 yang membahas perawatan bayi sejak dalam kandungan hingga remaja. Menurut Dr. Elis Suryani Nani Sumarlina, M.S., naskah ini menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Naskah tersebut juga menjelaskan tahapan kehamilan yang disertai adat dan tradisi, seperti pemijatan ibu dan bayi, pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), serta berbagai pengobatan tradisional yang dilakukan oleh paraji (dukun beranak). Selain itu, terdapat beberapa naskah, seperti Mantra, Mantra Jeung Jampe, Kumpulan Jampe jeung Mantra Sejenna, Mantra, Asihan, jeung Jampe, dan Rajah jeung Mantra, yang memuat pengetahuan mengenai perawatan ibu dan anak. Melalui naskah-naskah tersebut, terlihat bahwa perhatian terhadap kesehatan ibu, pemenuhan gizi, dan tumbuh kembang anak telah menjadi bagian dari kearifan lokal Nusantara sejak dahulu. Nilai-nilai tersebut tetap relevan hingga kini, dengan ibu berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. 6

STUNTIsNkaGh

1000 Hari Pertama

KEHIDUPBAABN 3 isebut M asa Emas? 11000 000 HPK, HPK, M Mengapa engapa D Disebut Masa Emas? 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dihitung sejak masa kehamilan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari). Periode ini disebut masa emas, karena pada masa inilah otak, organ tubuh, dan sistem imun anak berkembang paling pesat. Pertumbuhan pada periode ini tidak dapat diulang, sehingga menjadi waktu yang sangat penting untuk mencegah stunting. encegahan D imulai S ebelum Hamil Pencegahan P Dimulai Sebelum Hamil Pencegahan stunting sebaiknya dimulai sejak remaja atau calon pengantin, bukan saat kehamilan saja. Konsumsi tablet tambah darah dan asam folat sebelum hamil. Jaga status gizi dan berat badan tetap ideal. Status gizi calon ibu berperan penting terhadap kualitas kehamilan dan pertumbuhan anak. ase K ehamilan ((270 270 H ari) Fase F Kehamilan Hari) Selama kehamilan, janin membentuk organ-organ vital seperti otak, jantung, dan tulang. Oleh karena itu, ibu hamil perlu: Melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal 6 kali. Mengonsumsi minimal 90 tablet tambah darah selama kehamilan. Memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Beristirahat cukup dan menjaga kondisi psikologis tetap baik. 7

1000 Hari Pertama

1000 Hari Pertama

KEHIDUPBAABN 3 FFase ase B ayi 0 –6 B ulan Bayi 0–6 Bulan Enam bulan pertama kehidupan merupakan masa yang sangat penting bagi pertumbuhan bayi. ang p erlu d ilakukan Yang Y perlu dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir. Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan tanpa makanan atau minuman. Lengkapi imunisasi dasar sesuai jadwal. P ayi B aru Lahir Perawatan erawatan B Bayi Baru Lahir Jaga tali pusat tetap bersih dan kering. Jaga bayi tetap hangat dengan kontak kulit ke kulit (metode kanguru) dan hindari memandikan bayi terlalu cepat. ika egera k e Fasilitas esehatan jjika Segera S ke Fasilitas K Kesehatan Bayi tidak mau menyusu. Tubuh bayi terlalu dingin atau demam. Bibir atau kulit tampak kebiruan. Tali pusat berbau, bernanah, atau kemerahan. Bagaimana Cara ara M Menyusui yang ang B Benar? enar? B agaimana C enyusui y Bayi menghadap ibu, perut bayi menempel pada perut ibu. Mulut bayi terbuka lebar dan menempel pada area sekitar puting. Bayi menyusu dengan tenang, terdengar suara menelan, dan ibu tidak merasa nyeri. ASI cukup jika bayi buang air kecil ≥6 kali sehari dan berat badannya naik sesuai KMS. 8

1000 Hari Pertama



Flipbook Gallery

Magazines Gallery

Catalogs Gallery

Reports Gallery

Flyers Gallery

Portfolios Gallery

Art Gallery

Home


Fleepit Digital © 2021