Dokumen ini adalah karya budaya yang disusun dalam rangka menjaga kelestarian bahasa daerah sekaligus menyediakan bacaan berkualitas bagi anak-anak. Buku Nandung Serunai menggabungkan bahasa Melayu Riau (Dialek Indragiri Hulu) dengan bahasa Indonesia lewat karya cerita anak yang berfungsi sebagai media pendidikan karakter dan literasi, serta bagian dari upaya literasi nasional yang didorong oleh pemerintah. Buku ini dipublikasikan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau sebagai bagian dari program budaya dan pendidikan yang berkelanjutan, dengan penekanan pada akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan bermutu bagi keluarga dan sekolah. (Hal. iii)
Hal. iii
Dalam isi cerita, tokoh utama Serunai adalah seorang gadis berusia sekitar 13 tahun yang mahir mendendangkan nandung, sebuah tradisi lullaby daerah Melayu Riau yang penuh hikmah. Melalui kemampuan nyanyian dan ketekunan, Serunai dipandu oleh guru seni bernama Ibu Tiara serta dukungan lingkungan sekolahnya, untuk membangun minat baca dan apresiasi budaya lokal. Cerita ini menonjolkan nilai-nilai seperti ketekunan, kesabaran, dan bakti kepada orang tua, sembari memanfaatkan narasi dwibahasa untuk memperkaya literasi lintas bahasa. (Hal. iv)
Hal. iv
Secara kontekstual, buku ini menegaskan peran nandung sebagai bagian dari identitas budaya Riau yang perlu dilindungi lewat edukasi formal maupun non-formal. Karya ini juga dirancang sebagai media penguatan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila, dengan tujuan merangsang imajinasi, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas anak. Penerbitan ini adalah bagian dari upaya nasional untuk produksi buku berkualitas guna literasi Indonesia, serta menghormati hak cipta dan kerja tim yang terlibat dalam proses penyusunan, penyuntingan, dan tata letak. (Hal. v)
Hal. v