Naga Balengko

Naga Balengko

Nago Balengko: Cerita Rakyat Pelalawan, Riau

Ringkasan utama dalam bentuk poin penting

  • BBPR (Balai Bahasa Provinsi Riau) adalah lembaga pemerintah yang berwenang membina, mengembangkan, dan melindungi bahasa serta sastra Indonesia di Provinsi Riau. Selain itu, mereka terlibat dalam upaya revitalisasi bahasa daerah dan berkontribusi pada Gerakan Literasi Nasional (GLN) untuk meningkatkan akses bahan bacaan berkualitas bagi pelajar. (Halaman tidak tersedia)
  • Pada tahun 2021, BBPR melakukan penjaringan dan penerjemahan cerita rakyat yang asli berbahasa Melayu Riau ke bahasa Indonesia. Hasilnya mencapai 23 judul dari 12 kabupaten/kota di Riau, dengan melibatkan penulis, penerjemah, ilustrator, penyunting, dan penata letak. Tujuannya adalah menumbuhkan nilai-nilai karakter bangsa seperti kejujuran, kedisiplinan, toleransi, kerja keras, religiositas, kreativitas, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. (Halaman tidak tersedia)
  • Cerita Nago Balengko menceritakan asal-usul lambang Kerajaan Pelalawan. Inti kisahnya adalah dua naga bermahkota yang berhadapan, yang konon berhubungan dengan peristiwa historis seorang pejuang dari Sumatera Barat, sorban yang dikenakannya lalu berubah menjadi naga. Kepala naga berada di Sungai Kampar dan ekornya di Sungai Rasau, yang kemudian dikenal sebagai Sungai Nago Belengko. (Halaman tidak tersedia)

Naga Balengko - Flipbook by Fleepit

© 2021 Fleepit Digital.
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.