Mancaka Legenda Batang Kinang

Mancaka Legenda Batang Kinang

Mancaka, Legenda Batang Kinang: Penerjemahan Cerita Rakyat Melayu Riau ke Indonesia, Program GLN, dan Peran Balai Bahasa Provinsi Riau

Mancaka, Legenda Batang Kinang: Penerjemahan Cerita Rakyat Melayu Riau ke Indonesia, Program Gerakan Literasi Nasional, dan Upaya Revitalisasi Bahasa serta Sastra oleh Balai Bahasa Provinsi Riau

Poin-poin kunci (ringkasan singkat)

  • Perspektif dan konteks proyek ini dijalankan oleh Balai Bahasa Provinsi Riau sebagai bagian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pada 2021, balai bahasa ini menggerakkan upaya penjaringan cerita rakyat berbahasa Melayu Riau dan menerjemahkannya ke bahasa Indonesia, dengan tujuan memperkaya bahan bacaan berkualitas untuk pelajar dan menanamkan nilai-nilai karakter bangsa. Buku ini menyoroti pentingnya literasi nasional dan pelestarian budaya daerah melalui cerita rakyat yang mengandung kedewasaan sosial, etika, dan kearifan lokal. Secara teknis, buku ini memiliki sekitar 50 halaman dan ukuran fisik 21 cm, mencantumkan hak cipta yang dilindungi serta institusi penerbitan berkolaborasi.

  • Isi buku Mancaka, Legenda Batang Kinang adalah rangkaian cerita rakyat Kampar, Riau yang dipresentasikan dalam bentuk terjemahan ke bahasa Indonesia. Karya ini merupakan hasil kerja tim yang terdiri atas penulis utama Hendri Burhan, penerjemah Amelia Anggraini, penyunting Yalta Jalinus dan Marlina, serta ilustrator Hendri Burhan dengan penata letak Fandi Agusman. Penerbitan dilakukan pada tahun 2021 melalui kerja sama antara Balai Bahasa Provinsi Riau dan Penerbit Candi (anggota IKAPI). Hak cipta dilindungi dengan ketentuan yang mengatur reproduksi dan penyebaran.

  • Tujuan utama dari buku ini adalah memperluas akses ke warisan cerita rakyat Provinsi Riau, khususnya bagi kalangan pelajar, dengan menampilkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kedisiplinan, toleransi, kerja keras, religiositas, kreativitas, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta tanggung jawab sosial. Melalui penyajian ulang cerita-cerita tersebut, pengarang berharap pembaca dapat mengenali dan menginternalisasi nilai-nilai positif yang membentuk karakter bangsa. Proses penerjemahan dan penyuntingan didesain untuk menjaga inti budaya sambil memastikan pemahaman yang tepat bagi pembaca Indonesia pada umumnya, sehingga cerita-cerita lokal dapat lebih luas tersebar dan diapresiasi.

Catatan tambahan: publikasi ini juga mencakup sambutan yang menekankan peran KBPR (Balai Bahasa Provinsi Riau) dalam program Gerakan Literasi Nasional serta refleksi atas kekurangan yang mungkin muncul sepanjang proses penerbitan. Pembaca didorong untuk memberikan masukan yang konstruktif guna penyempurnaan karya-karya selanjutnya. Keterangan isi tersebut mendukung tujuan buku sebagai media pembelajaran, sumber informasi budaya, dan alat penguatan identitas nasional melalui sastra daerah. Dokumen ini juga menyoroti struktur organisasi terkait, serta upaya BBPR dalam revitalisasi bahasa dan sastra daerah melalui program-program penguatan literasi.

Hal-hal penting tambahan terkait konteks publikasi mencakup informasi identitas penulis, penerjemah, penyunting, ilustrator, serta pihak-pihak terkait, yang secara jelas menunjukkan kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan karya yang representatif dan layak didistribusikan secara nasional. Dengan demikian, buku Mancaka menjadi contoh bagaimana warisan cerita rakyat daerah bisa diangkat ke panggung nasional melalui penerjemahan, penyuntingan, dan ilustrasi yang berkualitas, sambil tetap menghormati nilai-nilai budaya asli yang ada di Provinsi Riau.

Secara keseluruhan, karya ini menggarisbawahi komitmen daerah terhadap pelestarian bahasa dan sastra lokal, serta upaya meningkatkan literasi lewat materi bacaan yang relevan dengan konteks pendidikan di Indonesia. Upaya tersebut didorong oleh organisasi kebahasaan yang beroperasi di wilayah Riau, dengan tujuan memperkaya khazanah sastra Indonesia dan memajukan karakter bangsa melalui cerita rakyat sebagai media pembelajaran dan budaya.

Mancaka Legenda Batang Kinang - Flipbook by Fleepit

© 2021 Fleepit Digital.
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.