Peran Balai Bahasa Provinsi Riau dan konteks institusional — Di antara sekitar tiga puluh Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa Provinsi Riau berfungsi sebagai wadah yang bertugas membina, mengembangkan, dan melindungi bahasa serta sastra Indonesia di wilayah tersebut. Lembaga ini juga terlibat aktif dalam upaya revitalisasi bahasa daerah serta partisipasi dalam program Gerakan Literasi Nasional (GLN) untuk meningkatkan kualitas bacaan di kalangan masyarakat, khususnya pelajar.
Hasil program penerjemahan dan tujuan nilai-nilai karakter bangsa — Pada tahun 2021 BBPR menyeleksi dan menerjemahkan cerita rakyat berbahasa Melayu Riau ke dalam bahasa Indonesia. Proyek ini menghasilkan 23 judul cerita dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Upaya ini dirancang untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter bangsa seperti kejujuran, kedisiplinan, toleransi, kerja keras, religiositas, kreativitas, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan dan sesama, serta tanggung jawab, sehingga pembaca khususnya pelajar dapat menjadikannya teladan perilaku positif.
Aspek penulisan, apresiasi, dan harapan penulis — Cerita-cerita dalam buku ini berasal dari cerita turun-temurun yang dikumpulkan penulis melalui pendengaran langsung dari berbagai orang; sebagian bagian cerita disajikan dengan dialog dan tokoh fiksi untuk memperindah narasi. Penulis menggunakan dialek Melayu Mandah dan menyampaikan harapannya bahwa karya ini bisa dikenal luas serta menjadi sumbangan berarti bagi budaya literasi dan masa depan generasi penerus. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penulis, penerjemah, ilustrator, penata letak, penyunting, serta tim Balai Bahasa Provinsi Riau yang turut terlibat, sambil menyadari adanya kekurangan dalam proses panjang penerbitan dan mengundang masukan konstruktif dari pembaca.
Catatan:** Cuplikan ini tidak menyertakan nomor halaman yang spesifik untuk setiap bagian dalam potongan teks yang diberikan.