RUP dan Realisasi Pengadaan BGN TA. 2025

RUP dan Realisasi Pengadaan BGN TA. 2025

Rencana Umum Pengadaan dan Realisasi Pengadaan Badan Gizi Nasional TA. 2025 - Ringkasan Informasi Data per 28 Juli 2025

Rencana Umum Pengadaan dan Realisasi Pengadaan Badan Gizi Nasional TA. 2025 – Ringkasan Temuan Utama (Data per 28 Juli 2025)

Intisari Eksekutif

Dokumen ini menyajikan gambaran komparatif antara Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan realisasi pengadaan Badan Gizi Nasional untuk tahun anggaran 2025, dengan basis data per tanggal 28 Juli 2025. Gambaran agregat menunjukkan nilai total paket dalam RUP mencapai kisaran yang signifikan, mencerminkan skala aktivitas pengadaan yang dilaksanakan untuk mendukung program dan kegiatan Badan Gizi Nasional. Data ini penting untuk memetakan bagaimana perencanaan pengadaan dibandingkan dengan pelaksanaan aktual, serta untuk mengidentifikasi area-area di mana efisiensi dan transparansi perlu ditingkatkan. Halaman: Tidak tersedia

Salah satu temuan utama adalah konsentrasi aktivitas pada beberapa metode pengadaan utama. Secara umum, komposisi antara pengadaan berbasis elektronik (seperti e-Purchasing dan e-Tender/Seleksi/Tender Cepat) dan metode konvensional (seperti Swakelola, Pengadaan Langsung, dan Penunjukan Langsung) menunjukkan adanya keseimbangan yang memungkinkan pelaksanaan pengadaan secara lebih efisien. Di antara semua jalur, Swakelola menempati porsi yang cukup besar, diikuti oleh jalur Penunjukan Langsung dan Pengadaan Langsung, dengan sisa paket didistribusikan melalui mekanisme tender elektronik. Ketentuan dan proporsi ini menggambarkan fidusia operasional BGN dalam mengelola kebutuhan barang dan jasa terkait program kesehatan gizi nasional. Halaman: Tidak tersedia

Dari sisi nilai dan volume paket, RUP mencakup ribuan paket yang terdiri atas berbagai jenis kebutuhan, dengan fokus utama pada barang dan jasa, serta sejumlah proyek konstruksi. Komposisi paket mencerminkan berbagai jenis belanja barang dan jasa yang dibutuhkan untuk menjalankan program-program gizi nasional, serta proyek-proyek yang memerlukan dukungan konstruktif. Data menunjukkan bahwa bahkan di bawah berbagai kategori, barang dan jasa menjadi pilar utama pengadaan, dengan variasi besar pada unit-unit pekerjaan yang disediakan oleh berbagai unit pelaksana. Hal ini memberi gambaran tentang bagaimana institusi mengalokasikan sumber daya melalui paket-paket yang terstruktur. Halaman: Tidak tersedia

Kebijakan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan keterlibatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terlihat sangat signifikan dalam distribusi paket RUP. Nilai dan proporsi menunjukkan bahwa hampir seluruh paket telah menggunakan PDN, dan partisipasi UKM tercatat secara menonjol. Fenomena ini mencerminkan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas industri lokal serta mendorong penyertaan UMKM dalam rantai pasokan publik. Pembacaan atas data tersebut menandakan adanya dampak positif terhadap penguatan ekonomi lokal serta peningkatan akses pelaku usaha mikro ke peluang pengadaan pemerintah. Halaman: Tidak tersedia

Dalam konteks Swakelola, terdapat fokus pada upaya meningkatkan pembuktian kapasitas internal untuk menyusun laporan, mengelola honor kegiatan, serta melaksanakan jasa profesional dan kajian yang diperlukan. Meskipun demikian, catatan awal menunjukkan bahwa belum ada paket swakelola yang telah dicatatkan dengan realisasi terverifikasi hingga saat cut-off data. Hal ini menandakan perlunya penguatan proses pelaporan dan verifikasi untuk memastikan bahwa skema swakelola berkembang secara operasional dan terdokumentasi dengan baik di masa mendatang. Halaman: Tidak tersedia

Secara agregat, total nilai realisasi pengadaan Badan Gizi Nasional untuk TA 2025 berada pada kisaran yang menandakan laju pelaksanaan yang lebih rendah dibandingkan dengan rencana anggaran penuh. Angka realisasi sekitar beberapa triliun rupiah mencerminkan adanya aneka dinamika di tingkat implementasi, termasuk penyesuaian jadwal, kapasitas pelaksana, dan kebutuhan fleksibilitas atas perubahan prioritas program. Temuan ini penting untuk menilai performa realisasi terhadap target yang direncanakan serta untuk mengidentifikasi langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Halaman: Tidak tersedia

Dari sisi komposisi per jenis pengadaan, data menunjukkan bahwa kategori pengadaan elektronika dan layanan terkait terus menjadi pendorong utama aktivitas pembelian, meskipun pengadaan langsung dan penunjukan langsung tetap berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan mendesak. Struktur realisasi per jenis pengadaan menggambarkan preferensi terhadap solusi yang lebih efisien dan transparan melalui platform elektronik, sambil tetap menjaga fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi lewat tender terbuka. Hal ini menunjukkan arah kebijakan pengadaan yang semakin memanfaatkan teknologi sambil mempertahankan opsi konvensional untuk kasus-kasus khusus. Halaman: Tidak tersedia

Secara kuantitatif, data menunjukkan bahwa realisasi untuk beberapa paket memiliki kontribusi signifikan terhadap total nilai, termasuk paket-paket yang terkait dengan layanan konsultansi, penyusunan dokumen kebijakan, dan pekerjaan pendukung lain yang diperlukan untuk menjaga kelancaran pelaporan kinerja serta kepatuhan SPIP dan sistem pengawasan. Nilai-nilai realisasi di segmen-segmen tersebut membantu memahami bagaimana pengeluaran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pengawasan, evaluasi, dan pelaporan kinerja organisasi secara menyeluruh. Halaman: Tidak tersedia

Pada sisi perencanaan Swakelola, catatan menunjukkan bahwa hingga saat cut-off data, belum ada paket swakelola BGN yang benar-benar mencatatkan realisasi. Kondisi ini menandakan adanya hambatan administratif atau operasional dalam proses pelaporan realisasi swakelola, sehingga diperlukan langkah-langkah peningkatan transparansi dan akuntabilitas agar skema ini bisa berjalan efektif di masa mendatang. Perbaikan di bidang dokumentasi dan verifikasi realisasi swakelola menjadi fokus penting untuk memastikan manfaat swakelola dapat diukur dengan jelas. Halaman: Tidak tersedia

Secara keseluruhan, analisis menunjukkan adanya keseimbangan antara pilihan pengadaan berbasis elektronik dan jalur konvensional, dengan dominasi nyata pada penggunaan PDN dan pelibatan UKM. Temuan ini mengindikasikan arah kebijakan pengadaan pemerintah yang menekankan efisiensi melalui teknologi sambil mempertahankan dukungan bagi industri nasional dan pelaku usaha kecil. Meskipun terdapat tantangan terkait realisasi beberapa paket, kerangka data ini tetap menjadi sumber penting untuk evaluasi kinerja, identifikasi kendala implementasi, serta perancangan langkah-langkah peningkatan tata kelola pengadaan di lingkungan Badan Gizi Nasional. Halaman: Tidak tersedia

Ringkasnya, perbandingan antara RUP dan realisasi pengadaan BGN TA 2025 menunjukkan bahwa porsi pengadaan melalui jalur elektronik cukup signifikan, dengan kontribusi penting dari e-Purchasing dan e-Tender. Nilai dan jumlah paket yang terlibat menggambarkan dinamika operasional yang dipengaruhi oleh prioritas program serta kapasitas pelaksanaan. Data ini menjadi landasan untuk evaluasi kemajuan, transparansi pengadaan, dan perencanaan ke depan dalam upaya meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, serta kemandirian ekonomi melalui PDN-UKM. Penekanan pada Swakelola tetap relevan, meskipun realisasi aktualnya memerlukan pemantauan berkelanjutan agar implementasinya bisa terukur secara akurat. Halaman: Tidak tersedia

RUP dan Realisasi Pengadaan BGN TA. 2025 - Flipbook by Fleepit

© 2021 Fleepit Digital.
This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.